Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MAU DIBULLY JUTAAN ORANG SEKALIPUN, YANG BERHAK MENILAI ADALAH ALLAH Nasional

 

Terkait keputusan Wali Kota yang mengeluarkan Surat Edaran Larangan perayaan Asyuro yang digelar oleh kelompok Syiah pekan lalu, polemik pro-kontra muncul di sejumlah media.

Selain menuai kritik dari kaum liberal dan sekuler, banyak pula pihak yang mendukung keputusan tersebut. Di antara pihak yang mendukung adalah Rais Am PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH  Ma’ruf Amin.

Namun menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, keputusannya itu ia keluarkan untuk menjaga Bogor yang selama ini sudah kondusif. Ia tak ingin Bogor dilanda konflik dan berdarah-darah hanya lantaran adanya penolakan warga atas acara Asyuro Syiah itu.

Terkait pelarangan acara Asyuro Syiah yang dikeluarkannya, hari ini Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) akan menyambanginya, tentu saja soal keputusan pelarangan itu.

Besok (hari ini, red) Dewan Pertimbangan Presiden akan datang ke Balai Kota ini terkait dalam hal ini. Insya Allah saya siap menjelaskan semuanya bahwa hal ini adalah untuk kepentingan yang lebih besar,” tegasnya di hadapan wartawan dan sejumlah anggota ormas Islam di kantornya, Balai Kota Bogor, Senin (26/10).
 



Wali Kota Bogor: “Mau Dibully Jutaan Orang Sekalipun, yang Berhak Menilai Adalah Allah”

Bagaimana tanggapan Wali Kota Bogor Bima Arya terhadap serangan bahkan bully yang diterimanya lantaran keputusannya mengeluarkan Surat Edaran yang melarang kegiatan Asyuro Syiah di wilayahnya?

“Gempuran” itu bahkan dilancarkan oleh pihak-pihak yang mengaku sahabatnya dari kalangan liberal dan kaum sekuler yang marah dan menganggap berlebihan keputusannya itu.

“Beberapa hari ini saya belajar tentang arti persahabatan, bagaimana suatu peristiwa disikapi secara dewasa. Memang cukup kaget melihat bagaimana respon sahabat-sahabat saya yang sangat keras menyikapi ini tanpa bisa memahami latar belakang dan konteksnya,” ujarnya menjelaskan saat menerima sejumlah wartawan dari berbagai media dan ormas Islam di kantornya, Balai Kota Bogor, Senin (26/10) kemarin.

Namun, kata Bima, penting juga untuk melihat bagaimana banyak pihak kemudian yang menyatakan dukungan dan empatinya terhadap keputusannya ini.

“Tapi pada intinya saya tidak ambil pusing, mau dibully oleh jutaan orang di sosial media sekalipun, di dunia ini tidak ada yang berhak untuk menilai. Penilaian sejatinya ada dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegasnya yang disambut dengan takbir oleh sejumlah anggota ormas dan jurnalis yang mengikuti audiensi. 

 

Dikutip dari           :  Salam-online

Penulis                  :  Mus
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments