Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KEPEMIMPINAN GELAP Nasional


by M Rizal Fadillah  *)

Dalam hitungan hari ada tiga peristiwa dialami masyarakat dan negara kita yaitu erupsi Gunung Tangkuban Perahu, Gempa Banten serta padam listrik di Jakarta dan sebagian Jawa Barat.  
Soal eror di Ungaran, Turbin Suralaya, dan Turbin Cilegon meski PLN telah meminta maaf namun peristiwa itu menjadi pengalaman berharga dalam "menyambut" Dirut PLN baru.  
Dengan sedikit "guncangan" saja masyarakat menjadi panik. Tak terbayang jika itu adalah "guncangan" besar dari Allah, maka tak mampu manusia berbuat apa apa. Banyak peristiwa membuktikan ketidak berdayaan tersebut.  Sebelumnya ada juga "guncangan" Bank Mandiri dan Pertamina. 

Ujungnya tentu hal ini menjadi peringatan kepada pemimpin negara tentang cara mengurus rakyat. Walau dia atau mereka biasanya  tak mau disalahkan.  Kritikan publik terarah pada cara menangani negara. Sampai soal padam listrik dikomparasikan dengan Menteri Ekonomi Korsel yang mengundurkan diri karena malu merasa bersalah dan merugikan banyak orang.  Berbeda dengan kita meski sudah tercium "padam moral" berupa korupsi juga masih terus saja menjabat. Malah ingin jadi Menteri lagi. Maju terus pantang mundur. 
Sebenarnya UU Perlindungan Konsumen mengatur kewajiban PLN untuk mengganti kerugian kepada konsumen, hanya saja kita skeptis boro boro mengganti, PLN berdalih terus merugi. 

Guncangan letusan gunung dan gempa menjadi tadzkirah untuk meluruskan perilaku taat kepada Allah, hidup maksiat dikurangi serta meningkatkan tanggungjawab untuk memberantas kezaliman. 
Padamnya listrik juga pengingat bahwa betapa rawannya sistem jaringan kelistrikan. Apabila ada sabotase, lalu mati untuk beberapa jam yang lebih lama, maka bisa merontokkan banyak sendi. Ini perlu evaluasi dan investigasi serius. Presiden tentu tak bisa bilang "bukan urusan saya". Di saat rawan justru instruksi dan sikap Presiden mesti jelas. Perangkat teknis dapat minta maaf, tapi kebijakan mesti jelas. Presiden harus hadir di tengah peristiwa. 

Bencana atau musibah baik "alam" maupun eror "manusia" harus disikapi dengan spiritual dan langkah rasional. Sebab model padamnya listrik dapat menyebabkan "habis gelap terbitlah terang" atau "habis terang terbitlah gelap". 
Dalam konteks keagamaan ini berhubungan dengan kepemimpinan. Pemimpin "ilahiah" dimana Allah sebagai sentral maka "yukhrijuhum minadh dhulumaati ilan nuur" mengeluarkan dari gelap pada terang.
Sedangkan kepemimpinan "berhala" dimana thogut lah yang jadi ikutan maka syaitan itu akan "yukhrijunahum minan nuur iladh dhulumat" mengeluarkan dari terang kepada gelap. 

Sikap dan kebijakan pemimpin yang selalu mementingkan diri dan menyusahkan rakyat adalah "dark leadership"--- kepemimpinan bersisi gelap yang berkarakter narsistik, machiavellis, dan psikopatik. 
Pengikut syaithon.
Naudzubillah.

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan
 

5 Agustus 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments