Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

ANCAMAN IDEOLOGI ITU NYATA ADANYA ... (bagian 1) Nasional


PESAN, TANDA dan MAKNA dalam perwujudan Arsitektur Ruang Publik

’Ancaman Ideologi itu Nyata Adanya'. 

 

diolah oleh :

Dr. Tendy Y. RAMADIN, S.Des., M.T. (Arch.)

Staf Pengajar Kelompok Keahlian Manusia dan Ruang Interior - ITB

Arsitek sejumlah Masjid, Sekolah/Sekolah Peradaban/Universitas Islam/Islamic Society

Anggota Tim Arsitek YPM Salman ITB,

Ketua III Bidang Pendidikan dan Latihan serta Riset dan Pengembangan ANNAS.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Mengawali sebuah tulisan dengan beban akademis sesungguhnya memerlukan pemikiran yang mendalam dan hati-hati. Berangkat dari ‘pesan’ itulah saya memberanikan diri mencoba mengalirkan gurat ingatan dan sejumlah bahan bacaan sederhana yang diramukan dalam tulisan ini.

Tanpa bermaksud menyudutkan seseorang atau sekelompok orang, atau bahkan pemikirannya, tulisan saya ini semoga dapat memperluas cakrawala keilmuan dan melapangkan pemahaman tentang fenomena kehidupan yang sedang kita jalani kiwari (saat ini), diiringi semangat fastabiqul khairat, berlomba meraih kebaikan dan keberkahan dalam rangka menutup lembaran Ramadhan 1440 H dengan amal dan ilmu. Kendati pada akhirnya saya memutuskan ini adalah tulisan popular dengan sedikit ‘muatan akademis’.

 

Bagian 1.

Baru saja sepekan lalu, sekitar hari al-Ahad, saya berdiskusi dengan saudara-saudara dari keluarga besar sedhulur Mangunarsan, berkenaan dengan rencana silaturrahiim besar yang akan diselenggarakan di kampung halaman kami di Dalem Balerejo, Madiun, Jawa Timur. Di antara antusiasme untuk meng-update silsilah keluarga yang sempat tertunda sangat lama, saya terhenyak memperoleh kliping artikel dari salahsatu WAG alumni ITB tentang Tugu Demokrasi di halaman depan Gedung DPRD Kabupaten Madiun yang beralamat di Jalan Raya Panglima Sudirman Timur, Sumberbening, Balerejo, Madiun (Artikel tayang di Tribunnews.com dengan judul “Hebohkan Warga, Bentuk Tugu Demokrasi DPRD Kabupaten Madiun Mirip Tangga Freemason”, http://www.tribunnews.com/regional/2017/12/07/hebohkan-warga-bentuk-tugu-demokrasi-dprd-kabupaten-madiun-mirip-tangga-freemason).

Sontak dengan kaget, saya bergumam: “…wah, itu kan tidak jauh dari Dalem Balerejo

kediaman leluhur kami yang dulu menjadi Demang (Kepala Daerah) di sana. Sudah sedemikian jauhkah ‘konspirasi’ Dajjal ini mencengkeram negeri ini?”

 

Bagian 2.

Pertanyaan dalam gumaman saya tersebut seraya menghantarkan benak saya mengingat kembali kisah-kisah yang pernah dituturkan oleh mendiang putra mbarep saya rahimahullah. Beberapa waktu sebelum akhir hayatnya kisah-kisah itu berkelindan membangun sebuah bingkai keyakinan saya bahwa memang ‘teori-Konspirasi’ itu nyata adanya. Mendiang putra sulung saya tersebut sebelum akhirnya saya tuntun untuk kembali mengucapkan ikrar kalimat syahadat di penghujung 2010 M, sempat terjerat mengikuti aliran sesat ‘pemuja Dajjal’. Kejadian tersebut justru berlangsung ketika ia menjadi santri di sebuah sekolah menengah kejuruan di sebuah pesantren terkemuka di Jawa Barat. Menyadari demikian ‘sunyi’ namun bahayanya demikian ‘nyata’ dari sejumlah aliran sesat ini akhirnya saya pun ’berteori’  dan melibatkan diri secara aktif ‘melawan’ sejumlah aliran sesat kendati dengan keterbatasan kapasitas yang dimiliki.

Qodarullah, putra sulung saya berpulang pada pertengahan 2016 M dengan diikuti sejumlah cita cerita tentang impiannya menjadi ‘Desainer/Animator yang juga penghafal Qur’an’. Kepergiannya dihantarkan kerabat, sahabat dan sejawat bahkan sejak ia duduk di bangku sekolah TK, SD, SMP, SMK, dan dari dua Institut Teknologi tempat dia kuliah. Dalam ‘kesendiriannya’ ternyata ia cukup dicintai banyak orang. Bagi saya, paling tidak ‘lantunan merdu’ bacaannya ketika sempat menjadi imam shalat tarawih di Masjid Kota Baru Parahyangan (yang juga ‘kontroversial' itu), masih ter-pateri di kuping saya. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afii wa’fuanhusemoga Allah rizkikan rahmat dan ampunan, melapangkan jalanmu nak, dan menghiasi pandanganmu dengan gambaran surga Firdaus di alam penantianmu. Aamiin yaa Mujiib as saa iliin…

 

Bagian 3.

Menurut sejumlah artikel yang gayut, Illuminati adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok rahasia pada zaman pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776.

Illuminati juga sering disebut organisasi persekongkolan yang dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia lewat pemerintahan dan korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru.

Penyuka teori konspirasi Tata Dunia Baru (New World Order) pastinya tidak asing dengan Illuminati atau pun New World Order. Berkenaan dengan hal ini sering dituliskan sebagai satu helaan nafas dengan Freemason, One Eye, Dajjal, Lucifer, atau sejenisnya.

Berangkat dari teori tersebut, saat ini ‘disinyalir’ ada pemerintah rahasia (bayangan) yang mengendalikan setiap aspek kehidupan kita dari mulai politik, ekonomi dan bisnis hingga budaya. (Bahan bacaan lanjut yang layak dibaca nantinya adalah ‘keanehan’ penggunaan uang kertas yang sejatinya ‘rendah nilai’-nya pada masa sekarang, dibandingkan dengan nilai logam berharga -dinar-dirham- yang digunakan bermuamalah pada zaman Nabi dan para sahabat). Pemerintahan bayangan ini bertujuan membangun sebuah pemerintahan otoriter dalam sebuah Tatanan Dunia Baru sesuai dengan kehendak mereka. Illuminati adalah sebutan bagi kelompok rahasia tersebut.

Simbol-simbol Illuminati biasanya tersembunyi di balik karya estetika, sebagaimana halnya bangunan arsitektur, patung-patung landmark kota, bahkan didapati di dalam film, animasi atau video klip.

Penataan kawasan landmark kota Jeddah, Saudi Arabia, sempat menarik perhatian saya karena sejumlah patung penghias kotanya ‘kental’ dengan pesan Illuminati. http://www.sculpturesofjeddah.com/sculptures/detail/engineers-tools. Demikian halnya jika menelusuri perencanaan di kota Dubai UAE, yang sudah, sedang atau akan dibangun. https://en.wikipedia.org/wiki/Ziggurat_Pyramid,_Dubai. Menurut hemat saya masih akan banyak ditemui indikasi pesan Illuminati ini menggejala, bahkan di sejumlah negeri yang konon tempat Islam berkembang. Seraya saya berpikir kritis ketika menyoal penghargaan bagi masjid Al Safar bahwa dewan juri dari Saudi Arabia boleh jadi bukanlah mereka yang ‘terbebas' dari Illuminati kendati berasal dari negeri IsIam. Untuk hal ini, sah-sah saja menyebut saya menggunakan teori ‘cocokologi’ atau ilmu ‘ghatuk’, namun bukankah hipotesis itu berawal dari sejumlah premis peluang mau pun kemungkinan? Apalagi sejumlah ustadz ‘akhir zaman’ turut memperkaya premis-premis itu. Berpendapat kritis manakala menjumpai ada masalah adalah bekal nalar kita untuk memahami persoalan dengan objektivitas.

Simbol Illuminati ini ‘kuat terasa’ pada bagian mihrab dan beberapa ornamen arsitektur lainnya. Di Masjid Raya Sumatra Barat pun kondisinya nyaris serupa, yang bisa dilacak juga di Masjid yang popular di kota Padalarang, Jawa Barat, dengan penyederhanaan yang memang perlu kejelian untuk menemukannya.  Tampak perspektif mata elang dari museum besar di Aceh pun bermuatan mata Dajjal. Interpretasi tersebut terlepas dari sang perancang/arsitek berkilah bahwa reka bentuk tersebut adalah inovasi dalam desain bangunan dengan mengimajinasikan kemajuan seni dan arsitektur Islam dalam merespon lingkungan, letak geografis, iklim dan budaya  tempatan.

Sudah sangat berulang kejadian menampilkan simbol-simbol Illuminati/Dajjal ini terasa di sekitaran kawasan Bandung misalnya, oleh arsitek dan perupa yang nyaris sama atau paling  tidak patut diduga memiliki paradigma serupa. Contohnya karya perupa asal Bali yang sempat menghiasi simpang empat Jalan Wastukencana dan Jalan Cihampelas Bandung. Patung seorang pria berdiri diatas piramida sementara ditangan kiri memegang api dan di tangan kanan memegang air.

Menyitir dari Hudzaifah, bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Dajjal akan keluar, dengan membawa air dan api. Adapun yang dilihat manusia sebagai air itu sebenarnya adalah api yang membakar, sedangkan yang dilihat manusia sebagai api sesungguhnya adalah air dingin yang tawar. Jika kalian mengetahui hal itu, maka masukilah yang kalian lihat sebagai api, karena api itu sesungguhnya adalah air tawar yang baik”. (HR.Muslim, 2935, Kitab Al-Fitan).

Ketika kita tahu bahwa segitiga bermuatan mata satu itu simbol dari Illuminati, ketika kita tahu identitas Dajjal yang akan datang dengan api dan air yang ditukar poses kebenarannya, maka hukum ‘tasyabuh’ boleh jadi telah berlaku.

Saya tidak mempersoalkan olah bentuk atau pun reka lipatan kertas, karena sebagai sesama pegiat arsitektur dan seni pada umumnya tentunya akan saling mafhum tentang proses desain semacam itu. Persoalan intinya adalah identitas, pesan, tanda dan makna yang terkandung dalam perwujudan karya arsitekturnya.

Jika para penganut Syiah kerap melakukan taqiyah (nge-les) jika ditanyakan tentang keyakinannya, karena taqiyah itu adalah ibadah bagi mereka, maka boleh jadi sosok para ‘kreator Illuminati’ ini pun memiliki kecenderungan melakukan hal serupa. Mereka tidak akan  menjawab to the point ketika dikonfirmasikan atau di-tabayyun-kan tentang keyakinan mereka. Demikian rahasianya gerakan mereka sehingga awam pun dipengaruhi ‘pencitraan’ mereka tentang tudingan kesesatan yang mereka jalankan. Satu kali dua kali mereka lakukan dalih pembenaran, mungkin tidak akan terasa sekali. Namun jika berulang-ulang,apakah itu sebuah ketidaksengajaan? Atau sekadar kebetulan? Wallahu a’lam bishawab. Tabayyun berlaku manakala para pihak yang berbeda dihadirkan untuk dimintai keterangannya, kan? Tidak cukup proses tabayyun dilakukan hanya pada salahsatu pihak saja yang dihadirkan.

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (QS At Taubah : 107)


-BERSAMBUNG-

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Dr. Tendy Yulisca Ramadin S.Sn.,MT
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments