Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PRABOWO SANDI YUDHA Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Acara pertemuan BPN Prabowo-Sandi di Hotel Sahid 14 Mei kemarin menunjukkan sikap terhadap perkembangan penghitungan KPU. Data kecurangan ditampilkan dan penghitungan yang disandarkan pada Form C-1 ditunjukkan. Kesimpulan Pasangan Prabowo Sandi menang 54 %. Penyikapan tegas dari data yang dimiliki BPN adalah meragukan dan tidak mengakui penghitungan suara yang dilakukan KPU. Masyarakat kritis memang melihat Pemilu 2019 adalah Pemilu memaksakan Jokowi menjadi Presiden lagi. Terlalu  besar muatan yang ada dibelakangnya. Tak peduli dengan asas Pemilu yang semestinya jujur dan adil. Seolah berprinsip lumrah dalam politik itu untuk memenangkan dengan segala cara.

Sikap nekad seperti ini yang dilawan Prabowo Sandi dan rakyat pendukungnya. Tak rela suara kedaulatan dipermainkan. Pemilu yang  jadi sarana dusta untuk memperoleh kekuasaan. Dusta yang berapapun siap untuk dibayar. Demokrasi kapitalistik memang sedang dijalankan. Transaksi adalah konsekuensi untuk memperpanjang kursi. 
Mungkin model yan tercium adalah sama dengan 2014, bedanya kini tiap tahapan terkuak dan mendapat perlawanan yang terus mengkulminasi. 14 Mei adalah "buka-bukaan" kubu Prabowo. Kepada kubu lawan menantang membuka data yang dimilikinya juga. Sementara KPU posisinya berkurang atau hilang kepercayaan. Sikap BPN dan Prabowo merupakan hal yang wajar untuk mengantisipasi pengumuman yang mungkin "dipaksakan" atau abai pada asas jujur dan adil tersebut.

Publikasi data kecurangan dan data hitung kemenangan kepada publik secara luas, termasuk media luar negeri adalah upaya untuk "melawan" kezaliman. Skeptis terhadap kejujuran KPU. Ujungnya adalah kemungkinan "penolakan" hasil Pemilu khususnya Pemilu Presiden yang ditengarai curang. Mungkin Pasangan Prabowo Sandi mengembalikan penyikapan atas kondisi ini kepada rakyat. Yang luar biasa adalah "kesiapan tempur" Prabowo untuk all out membela rakyat hingga titik darah penghabisan dan tekad tidak akan menghianati mandat rakyat. Bahkan akan mengumpulkan pakar hukum tata negara untuk membuat "wasiat" berkaitan dengan perjuangan habis habisan membela rakyat tersebut. Spirit sang pemimpin dalam membangun semangat rakyat. 

Semua pertempuran itu berbasis Konstitusi. Memperjuangkan kebenaran, kejujuran dan keadilan adalah konstitusional. Melawan penindasan dan penjajahan adalah misi sejak dahulu dalam  memerdekakan negeri. Konstitusi harus dibersihkan dari tangan tangan kotor asing yang menggerayangi negeri melalui para kolaborator di lingkaran kekuasaan. Mengembalikan kedaulatan negara adalah agenda prioritas rakyat dan bangsa  kita saat ini. Pemilu yang dirusak adalah permainan jahat. Kita mesti bersatu berjuang untuk melawan. Merdeka. Allahu akbar..!
 

Bandung, 15 Mei 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments