Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SULIT BERTAHAN Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Di tengah gejala ingin mempertahankan kekuasaan dengan upaya yang dipaksakan baik lewat permainan angka maupun ancam-ancaman kekuatan, sebenarnya kekuasaan sudah rapuh. 
Meski pucuk-pucuk pimpinan dipastikan adalah "orang-orangnya" tapi yang dihadapi adalah rakyat sendiri. Komando akan  efektif jika jelas musuh yang dihadapi. Untuk yang di depan adalah rakyat maka bahasa berubah dari "kill them with your gun" menjadi "say it with flowers". Begitu hukum bahasa dialog dengan rakyat. 

Ada tiga hal  berat yang sedang dihadapi yaitu :

Pertama, mengubah peta "kalah" menjadi "menang" dengan angka-angka yang diyakini bisa diolah. Padahal di era informasi dan teknologi yang terawasi ketat, tidak mudah melakukan rekayasa. Jejak digital sulit dihapus. Sama saja menutupi lubang kecil dengan membuat lubang baru yang lebih besar. Data satu sumber dilawan dengan tebaran data dari banyak sumber. Data yang ada saling memverifikasi. KPU akan mengalami goncangan karena diragukan kejujurannya. Terlalu banyak eror memunculkan tayangan horor.

Kedua, pengumuman KPU tidak diterima karena tuntutan transparansi termasuk audit forensik tidak dilakukan. Pasangan lawan "melepas" proses hukum MK dengan skeptis. Menyerahkan penilaian pada publik. Rakyat yang kecewa yang merasa suaranya "tercuri" atau "termanipulasi" mencari saluran pengaduan DPR atau langsung MPR. Menuntut  agar menyelidiki kebenaran dugaan terjadinya "pencurian" atau "pemanipulasian" atas suara mereka. Tuntutan keras untuk tegaknya keadilan. Proses politik berjalan dalam semangat memulihkan kedaulatan rakyat. 

Ketiga, kematian 500 an petugas Pemilu dikunci akses penyelidikan. Hal ini menjadi beban skandal kemanusiaan. Mengapa harus ditutupi jika tak bermasalah. Ada keanehan yang terus disikapi "dingin". Siapa yang bermain dibalik kematian orang orang ini. Jika ini peristiwa biasa dan tak ada permainan maka buka ruang akses medis sebesar besarnya. Apakah ini peristiwa kematian wajar, kecelakaan, ataukah pembunuhan ? Sampai hari, jam dan detik ini masih bungkam dan terus dibungkam.

Kedudukannya akan semakin rapuh. Sulit berargumen  dengan apik.  Jengkel dengan berbagai tudingan maka  akhirnya mengumbar amarah.  Tapi untuk marah yang efektif juga butuh  kecerdasan. Tanpa kualifikasi dan kemampuan maka itu menambah kerapuhan. Ketika berubah status dari pejabat yang dihormati menjadi penjahat demokrasi maka duduk pun dapat berpindah dari kursi ber karpet merah ke kursi ber meja hijau. 
Menjadi burung yang tak bisa terbang karena kehilangan sayap. Menjadi katak yang tak bisa melompat karena kaki-kakinya patah digigit biawak. 

Siapapun yang berada di medan gempuran krisis kepercayaan, pasti sulit untuk bertahan. Sulit bertahan. 
 

Bandung, 9 Mei 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments