Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

TERBALIK Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Dahulu 2014 profil sederhana dan merakyat Jokowi memberi harapan perubahan yang lebih baik kondisi politik dari Presiden sebelumnya SBY. Meski tidak jadi simbol, Jokowi masih mendapat dukungan rakyat. Sebagian sangat berharap pada tokoh merakyat ini.  "wong ndeso" siap jadi raja. Pesaingnya Prabowo saat itu dikesankan lebih  "menak" dan "bau istana".  Maklum menantu mantan Presiden dahulu.  Meskipun sebenarnya Prabowo nyatanya tak sejalan dengan penghuni istana tersebut.

Kini 2019 berbeda jauh, sang raja yang "bau istana" adalah Jokowi. Maklum Presiden atau petahana. Pekerjaannya sebagai pemimpin negara diketahui, dibaca, dan dinilai oleh rakyat. Termasuk janji yang direalisasikan atau tidak. Meski Jokowi masih mencoba tampil dengan wajah sederhana dan merakyat akan tetapi sebagai raja istana rakyat dapat melihat itu sebagai  kampanye semata dan "artificial performance". Demikian juga pasangannya kyai yang lebih dipandang sebagai asesori untuk menarik suara umat Islam. Tampilan kyai yang membela kepentingan umat Islam belum behasil ditunjukkan. Lebih banyak statemen yang menonjok umat ketimbang mengadvokasi. 

Prabowo justru muncul sebagai fenomena aspirasi rakyat yang rindu perubahan dan kecewa pada keadaan. Kedatangannya selalu disambut antusias, pekikkan "Prabowo" bisa muncul menyambut iring-iringan Jokowi. Kampanyenya selalu dihadiri banyak orang apakah di lingkungan masyarakat umum maupun pada komunitas tertentu, lingkungan akademik misalnya.  Rundown acara selalu diikuti. Semacam "simbol" perlawanan rakyat terbentuk. Posisi politiknya nya terkesan terzalimi oleh tekanan rezim. 

Demikian juga dengan pergerakkan Sandiaga Uno.  Respons publik bagus. Kampanye tak pernah sepi. Nuansa milenial dan disukai oleh emak-emak.  Enerjik dengan intensitas kunjungan yang tinggi, mungkin tertinggi di antara Capres dan Cawapres yang ada. Kekuatan ekonomi sendiri menjadi modal pergerakkan masifnya. 
Pasangan Prabowo-Sandi dinilai pas dan efektif. Lamanya masa kampanye yang semestinya menguntungkan petahana menjadi terbalik. Meningkatkan elektabilitas pesaing politik. 

Kita tak bicara kelak di TPS. Tapi ada suasana terbalik yang dirasakan dibandingkan pilpres yang lalu. Perlawanan rakyat khususnya umat Islam dengan dasar "ijtima ulama" dan spirit "ganti Presiden" terus menggelinding dan menggumpal. Jika fair kompetisi maka ujung perjuangan sebenarnya bisa klimaks di 17 April. Akan tetapi jika tidak fair dan terjadi kecurangan nyata, maka gelindingan perlawanan akan terus melewati batas 17 April. Tentu kondisi ini perlu menjadi perhatian penyelenggara pemilu dan pengawasnya. 

Pihak bijak mampu membaca perasaan politik rakyat kemana berpihak. Moga jujur.

 

Bandung 14 Maret 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments