Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

NURANI AKADEMISI Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Berbeda dengan dukungan "oplosan" Jokowi dari "alumni UI" beberapa waktu lalu, maka dukungan kepada Prabowo hari sabtu kemarin adalah "murni" akademisi. Kehadiran tanpa bayaran dan jauh dari kesan lapar "nasi bungkus". Ruangan Padepokan Pencak Silat TMII dipadati peserta yang antusias menyimak pidato dan bergairah mendukung sang kandidat.  Profil kecendekiaan nampak dari tertibnya mengikuti rangkaian acara. Jauh dari gambaran rekayasa atau mobilisasi. Memang alumni dari 115 Perguruan Tinggi ini datang ke acara untuk menyuarakan "nurani akademisi" yang jatuh hati pada pasangan Prabowo Sandi

Akademisi memiliki standar berfikir logis, analitis,  sistematis, dan obyektif. Inilah yang selalu mendasari proses untuk menetapkan pilihan. Ditambah dengan cara pandang "multi sisi" maka akurasi dari konklusinya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Ketika nurani akademisi teraktualisasi pada kehadiran di Padepokan TMII   untuk mendukung pemenangan Prabowo Sandi, maka fenomena ini tak bisa diabaikan sebagai kekuatan signifikan. Nampaknya perubahan akan  semakin dekat dan  nyata. 

Kelas menengah senantiasa menjadi pelopor dari perubahan di negara manapun. Alumni Perguruan Tinggi adalah agen perubahan. Secara kontemporer ada dua kekuatan daya dukung perubahan. Pertama umat Islam yang merasa aspirasi politiknya terpinggirkan atau korban kebijakan politik yang tidak adil. Mengkristal lewat gerakan 212 dan reuni 212, kekuatan moral yang potensial menjadi kekuatan politik. Kedua, adalah gerakan kaum intelektual atau akademisi yang melihat secara analitis dan obyektif bahwa keadaan saat ini terjadi pembodohan masif dengan bangunan pencitraan dan kebohongan kebohongan. Ingkar janji dan "artificial political culture". Make up yang menor dalam wajah politik bangsa. Akademisi yang merasa malu dipimpin oleh kepemimpinan tidak alami dan terlalu banyak polesan tersebut. 

Suara hati umat Islam yang terungkap dalam berbagai media maupun dari interaksi sesama menunjukkan adanya kegundahan besar dan  kecewa pada cara pemimpin  mengelola negara saat ini. Suara aktivis,  da'i mapun  para kyai yang komit pada pembelaan agama membuktikan hal ini. Jika dipadukan dengan nurani akademisi yang  mengkritisi keadaan melalui kecendikiawanannya dan berkutub sama pada semangat dan keinginan melakukan perubahan kepemimpinan nasional, maka secara kalkulasi dan gemuruh aspirasi nampaknya kandidat petahana akan bisa dikalahkan. Presiden baru adalah dambaan dan ditangannya terpercik harapan. 

Prabowo Sandi adalah representasi dari nurani akademisi. Nurani umat Islam. Nurani rakyat Indonesia.  Insya Allah.
 

Bandung 27 Januari 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 



Comments