Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POLITIK PEMBEBASAN Nasional


 

by Rizal Fadillah

Berita bebasnya Ust Abubakar Baasyir mengisi media sosial. Cukup ramai. Tentu saja berkaitan dengan "kunjungan" Yusril Ihza Mahendra ke Lapas Gunung Sindur Bogor yang langsung memberitakan pembebasan tersebut. Konon dengan berita ikutan yang bersangkutan berkomunikasi dengan Presiden Jokowi sejak sebelum kunjungan dan senantiasa melapor selama berada di Lapas. Tentu kapasitas kedatangan adalah sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin.

Yang memuji langkah YIM ada. Yang sinis  langkah YIM juga ada. Yang memuji "kebaikan" Jokowi ada. Yang menilai "kelicikan" Jokowi pun ada. Menjadi sorotan menarik pembebasan ulama sepuh korban "hantu terorisme" yang biasa dibuat untuk memojokkan umat Islam ini. Muara alasan adalah "kemanusiaan" karena dinilai sudah berusia tua dan lama di penjara.

Alasan hukum agak simpang siur karena masalah pembebasan ada aturan hukumnya. Meski bisa saja aturan itu "dibuat buat" seperti untuk tahanan teroris pembebasan bersyarat mesti menandatangani surat pernyataan kesetiaan pada NKRI. Ust Ba'asyir tak mau tandatangani hingga kini. Aturan hukum bagi "bebas murni" harus selesai masa hukuman. Baru 2026 nanti. Untuk "bebas bersyarat" mesti dijalani 2/3 masa tahanan. Untuk ini sudah bisa terhitung 23 Desember 2018. Hanya ya itu ada syarat "Surat Pernyataan" dahulu. Dan yang berdasar kemanusiaan adalah "grasi" tapi syaratnya harus dimohon oleh terhukum, keluarga, atau kuasa. Nah semua mekanisme hukum itu "tidak dipenuhi" untuk atau oleh Ust Ba'asyir.

Kini menjelang Pilpres melalui Pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin, Ust Baasyir akan dibebaskan. Tidak jelas "jalur hukum" mana yang digunakan. Hanya yang di "up load" adalah dasar "kemanusiaan". Secara manusiawi sangat bisa diterima, secara hukum Presiden bisa dikualifikasi "menabrak hukum".  Namun melihat saat ini adalah momentum kampanye Pilpres sudah bisa difahami bahwa hal ini dapat menjadi bagian dari kampanye pencitraan tersebut. ini adalah "politik pembebasan". Pembebasan yang  sarat kepentingan politik dengan menggunakan alasan "kemanusiaan". 

Umat Islam yang sering dipojokkan selalu terkait "terorisme" tentu bahagia atas pembebasan ini. Bahkan mestinya sejak lebih dini, atau juga berkeyakinan memang tak pantas Ust Ba'asyir dipenjara. Para pengacara Ust Ba'asyir telah berjuang gigih dalam mendampingi dari awal pemeriksaan hingga kini sembilan tahun penahanan. Mereka adalah pengacara muslim pejuang, meski akhirnya  "sang pahlawan" muncul diujung. 

Masalahnya adalah menjadikan kasus Ust Ba'asyir sebagai bahan kampanye politik.  Itu yang "tidak manusiawi". Sampai sampai ada kalimat bahwa pembebasan tersebut adalah  bukti penghormatan kepada ulama. Sebenarnya jika jujur, mampukah menyatakan  bahwa Ustad Ba'asyir adalah seorang ulama pejuang yang bukan teroris ? Tentu tidak.  Sebab ini adalah pemanfaatan momen  untuk menjadikan kasus pembebasan  ini sebagai "mainan politik" yang strategis. Mencari simpati umat. Sah sah saja dalam politik yang kadang menghalalkan segala cara. 

Tapi "permainan" belum selesai apakah "jasa baik Presiden" berimbas pada sikap politik Ustad Baasyir untuk mendukungnya, atau memang pembebasan ini masih terkendala hukum, atau hukum diabaikan lagi demi politik, bagaimana dengan reaksi jokowers radikal yang selalu mengangkat isu terorisme untuk memperkuat posisinya. Semua masih menjadi bahan bahasan yang bisa pro dan kontra. Lalu sukseskah misi pembebasan politik ini. Atau boomerang bagi inisiator dan operator. Masih ada waktu untuk melihat perkembangan, mengingat ini bukan semata misi kemanusiaan tapi ikut (entah utama) misi politik tersebut.

Kembali kepada aspek keagamaan. Rencana yang didasarkan pada semata kepentingan dan mungkin manipulasi, selalu berhadapan dengan rencana Allah. Kita semua tahu rencana Allah lah yang terbaik. Rencana buruk manusia cepat atau lambat akan terbongkar. Allah Maha Melihat dan Mengetahui.

Yang pokok bagi kita adalah bahwa ulama sepuh yang terdholimi ini memang seharusnya bebas
 

Bandung 19 Januari 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments