Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Jawaban Menteri Waqaf Mesir vs keluhan Penganjur Taqrib dari kalangan Syiah Iran Artikel Syiah


 

Syaikh Dr. Abdul Mun'im an-Namir menteri urusan wakaf Mesir, menulis dialognya secara personal dengan Taskhiri, penganjur Taqrib dari Iran.

Syeikh Muhammad Ali Taskhiri, penyeru Taqrib dari kalangan Syiah, adalah cendekiawan Iran yang sering mewakili pemerintah resmi dalam berbagai Muktamar dan pertemuan-pertemuan keislaman. Dia fasih berbicara bahkan bila berbicara dalam bahasa Arab seperti orang Arab asli fasih dan lancar, mungkin karena sekolahnya di kawasan Irak.

Pertemuan ini terjadi di Masqot ibukota Kesultanan Oman di kawasan kampus Universitas Sultan Qaboos, 40 km dari ibukota muscat, yang megah dalam area yang tertata apik

Konferensi Fiqih Islam diselenggarakan dari tanggal 9 - 13 April 1988. Konferensi ini dihadiri oleh cendekiawan yang kompeten dalam bidang Fiqih Islam, pergerakan Islam, termasuk di antaranya adalah Syaikhul Azhar Al Imam Al Akbar, Syekh Jadul Haq, yg menjabat sebagai Grand Syeikh AlAzhar sejak tgl 17 Maret 1982 sd wafat 1996.

Bertemu dengan Muhammad Ali taskhiri di hari pertama, kami bertukar sapa, bersalaman. Dia mengingatkan bahwa sebelumnya pernah bertemu di acara besar di Aljazair awal tahun 80-an

Di hari kedua, pada waktu rehat kami duduk berdua di luar ruang pertemuan dan terjadilah diskusi antara kami berdua sebagai berikut:

Muhammad Ali Taskhri (MAT): Engkau telah banyak berbuat zalim kepada kami yaitu mengenai apa yang Anda tulis tentang kami.

Abdul Mun’im an-Namir (AMN): Saya siap kapanpun, untuk menerima koreksi kalau ada kesalahan dari saya, buku saya ada pada anda, agar saya bisa memperbaikinya pada edisi berikutnya. Bukankah Allah menyayangi seseorang yang menunjukkan aib-aib kesalahan saya? Sungguh saya tidak pernah menulis sedikitpun kecuali dengan meneliti dan memahami bukti-bukti yang ada pada kitab-kitab Syiah pada perpustakaan anda.

MAT: Engkau telah mendzolimi kami ketika menisbatkan kepada kami bahwa kami mengatakan ada tahrif Alquran, bahwa para sahabat yang mengumpulkan Alquran itulah yang membuat tahrif dengan membuang surat-surat dan kalimat yang menyatakan bahwa ada hak Ali di dalam Imamah setelah Rasulullah.

AMN: Ya. Saya sebutkan itu dengan bersandar kepada apa yang ada di dalam kitab kitab anda. Saya telah sebutkan semua kitab-kitab itu dan yang paling utama adalah kitab ‘Faslul Khithab fi Itsbati tahrifi Rabbil Arbab’. Kitab karangan ulama anda yang agung Syekh Husein anNuri atThabrasy, dicetak di Iran tahun 1298 H. Saya kutip sebagian yang tertulis di dalamnya secara tersurat.

Bagaimana mungkin saya berbuat zalim kepada anda? Sedangkan saya tidak menyebutkan sepatah kata pun kecuali ada di dalam Kitab anda yang hal tersebut telah disepakati oleh cendekiawan cendekiawan anda. Anda tahu persis siapa penulis kitab tersebut. Anda begitu menghormati ketika sang penulis tersebut meninggal tahun 1320 H, yang dimakamkan di Najaf yang merupakan tempat suci dan paling mulia menurut anda sekalian.

MAT: Kitab ini tidak berharga sama sekali saya telah menaruh kitab tersebut di bawah kakiku. (Seraya menjejakkan kakinya ke tanah).

AMN: Bila demikian, mengapa anda tetap bergantung kepada kitab tersebut? Mengapa anda tidak mengumkan bahwa anda tidak setuju dengan apa yang ada di dalam kitab tersebut? kemudian …

MAT: Anda telah berbicara juga bahwa kami mengatakan ada mushaf lain yaitu Mushaf Fatimah sedangkan kami tidak mengatakan seperti itu.

AMN: Ya. Saya berbicara seperti apa yang dikatakan oleh referensi terkuat dari kalangan anda, bahwa ada wahyu yang turun kepada Sayyidah Fatimah setelah ayahnya Saw meninggal dan Ali r.a. menuliskan wahyu tersebut, sampai bisa dikumpulkan semuanya dalam mushaf Fatimah.

Informasi ini pertama kali saya dapatkan ketika saya membaca khotbah Khumaini yang disiarkan oleh Lembaga penyiaran Teheran. Ia berkata ketika berpidato didalam suatu pertemuan kaum perempuan di saat peringatan hari kelahiran Sayyidah Fatimah. Dia berkata: ‘Sungguh saya tidak mampu untuk berbicara tentang Sayyidah Fatimah, tetapi saya cukuplah menyampaikan riwayat-riwayat yang sangat kuat yaitu kitab Al Kafi. . . .’ Dia menceritakan riwayat ini kepada kaum perempuan tersebut.

Sedang kitab Al Kafi oleh Imam Al kulaini di kalangan Anda adalah sebagaimana kitab Bukhari di kalangan kami. Sehingga karena itu saya harus pergi ke Najaf untuk menemui tokoh ulama kalian, agar saya bisa menelaaah buku buku di perpustakaannya apa yang disebutkan dalam kitab Al Kafi, yang dicetak di Iran.

Di dalam kitab tulisan saya, saya sebutkan dengan jelas dan persis juznya dan babnya tentang wahyu kepada Fatimah. Dengan demikian, pantaskah saya disebut berbuat zalim kepada kalian ketika saya mengambil seluruh informasi dari sumber yang terkuat di antara kalian lalu saya kutip dari buku-buku kalian?

MAT: Buku-buku ini sama sekali tidak berharga bagi kami dan tidak bisa dipakai sebagai rujukan sama sekali.

AMN: Bagaimana ini? Sedang kamu terus menerus menerbitkan dan menyebarkan kitab Al Kafi ke seluruh dunia, sampai ke Amerika, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris untuk diketahui oleh orang-orang yang berbahasa Inggris baik di timur maupun di barat. Saya punya terjemahan terbaru dari kitab ini. Mungkinkah dikatakan bahwa kitab Al Kafi ini tidak berharga bagi anda sedangkan anda telah membiayai begitu banyak tenaga dan dana untuk menertibkannya, untuk menerjemahkannya, dengan dana ratusan juta? Kemudian Anda menyebarkan kitab-kitab tersebut kepada seluruh dunia untuk menyebarkan ajaran kalian? Logiskah ini?

MAT: Bukankah di kalangan anda ada tafsir yang di dalamnya banyak cerita cerita israiliyat? Apakah dengan demikian anda menyetujui cerita cerita israiliyat tersebut?

AMN: Benar banyak cerita israiliyat, banyak hadis dan tidak Shahih, tetapi para mufassir sudah mengingatkan. Banyak mufassir yang telah menulis untuk mengingatkan adanya kebohongan ini. Kami telah melawannya dan telah menulis berbagai kitab menerangkan hal tersebut dan memberi peringatan dengan wanti-wanti agar tidak mempercayainya.

Banyak ulama kami yang telah melakukan koreksi dan membuang jauh-jauh isroiliyat tersebut, hadis-hadis palsu dan hadits-hadits yang tidak Shahih.

Sedangkan kami melihat anda terus mencetak ulang kitab-kitab yang anda katakan tadi tidak berharga. Bahkan anda menerjemahkannya lalu mencetak terjemahannya dan membagikan ke seluruh dunia. Mana yang kami percaya? Apakah ucapan mu yang tidak ada bukti walaupun lemah ataukah fakta yang anda lakukan, yang menjadi bukti yang kuat?

***

Ternyata saat kami berdiskusi seperti diatas, banyak peserta konferensi yang bergabung dengan kami, bahkan ada beberapa wartawan yang merekamnya dengan alat perekam, bisa jadi itu adalah dari majalah Islam. Kini rekaman tersebut saya cari... tetapi belum mendapatkannya

Beberapa kawan dari Oman mengira kami bertengkar atau lebih dari itu, maka saya sampaikan kepada Mufti Oman yang merupakan penanggung jawab konferensi bahwa saya berbicara dengan lembut, diiringi senyum untuk menjaga keadaan namun mereka tetap menduga hal yang lain. Sampai datang Mufti Syekh Ahmad Kholil. Saat itu diskusi kami sudah selesai. Dia kemudian menggandeng tangan Syekh Taskhiri masuk, mencari makanan yang segar, teh dan manisan agar bisa kembali segar setelah ‘istirahat’.

Di pagi hari kedua konferensi ada peserta konferensi yang memberitahu bahwa Syeikh Taskhiri mendapat serangan jantung secara tiba-tiba, sehingga harus dirawat di rumah sakit Sultan Qaboos di ruangan khusus. Saya menyesal. Bisa jadi sayalah penyebabnya sehingga dia mendapatkan serangan jantung tersebut. Maka segera saya menjenguk di rumah sakit saat itu ia sedang duduk dan Telah sadar kembali, maka tenanglah saya dan dia sudah minum obat yang cocok. Ketika kami sedang berbincang, datang berkunjung menteri luar negeri Iran (saat itu), Ali Akbar Wilayati, menengok Syeikh Taskhiri, setelah memperkenalkan saya dengannya, kemudian bertukar kata sebentar, lalu saya pamitan agar mereka bisa berbicara bebas.

(Fatchul Umam dari buku Al Azhar Wasy Syiah, terbitan resmi alAzhar 2012).



 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Drs. H. Fatchul Umam, MBA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments