Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MAIN KAYU Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Sebuah tulisan pendukung Jokowi, SHE mengenai tiga jenderal (PS,SBY,GN) melawan mantan seorang tukang kayu (JKW) sangat menggelitik. Masalahnya betapa hebatnya sang tukang kayu digambarkan polos, merakyat, jujur, bersih, berprestasi yang dikepung oleh jenderal jenderal yang akan malu karena dikalahkan. Biasa bersekongkol menjarah aset negara, katanya. Mereka wayang kertas yang akan masuk kotak, sedang Jokowi adalah manusia.

Seperti biasa kaum Jokowi mengangkat pencitraan sebagai tipu-tipu politik. Membalikkan penggambaran dengan asumsi rakyat ini bodoh dan mudah dikibuli oleh citra citra itu. Suatu kesalahan fatal yang menjadi sebab tenggelamnya kapal bocor yang seperiode ini dikemudikan dengan asal asalan. Kapal yang diisi banyak imigran gelap, mafia, dan pejabat gendut pemakan komisi. Kapal kotor yang banyak tikus dan kecoak di dalamnya. Rayap pun menggerogoti tiang dan bahan kayu. Keropos.

Tiga catatan atas tulisan"myopsis" SHE tersebut di atas, yaitu:

Pertama, keliru menilai para Jenderal itu turun gunung mereaksi kehebatan dan prestasi Jokowi. Tidak mungkin mantan prajurit terkemuka akan mereaksi negatif prestasi anak bangsa. Justru keterpanggilan itu disebabkan pemerintahan Jokowi sama sekali tidak berprestasi. Bahkan sangat minus. Nilai rupiah ambruk, hutang luar negeri tinggi, ekonomi berantakan, agama dicabik cabik, kapitalis menginjak injak, komunis berkembang, aset negara pun dijual jual ke investor asing. KKN merajalela. Kedaulatan negara sangat goyah.

Kedua, menilai tiga jenderal itu sebagai wayang kertas justru aneh. Itu sama menunjuk pada hidung sendiri. Jokowi adalah Presiden dengan kemampuan kepemimpinan yang  lemah dan kemandirian sangat rendah. Publik sangat tahu ia adalah wayang yang sedang dimainkan. Dimainkan sang dalang yang ulung, bermodal, dan berkuasa. Dalang yang sembunyi dibalik layar. Mereka adalah kelompok kepentingan yang memanfaatkan kemampuan polos mantan tukang kayu. Melatih dan membina agar hebat dalam bermain kayu.

Ketiga, luar biasa dalang memainkan wayang. Sampai hal hal sensitif keagamaan pun dimainkan pula. Rekayasa menjadi imam sholat berjamaah, membuat umat Islam mengurut dada. Sampai segitunya pencitraan dibuat untuk menipu umat. Agama pun diperalat. Teringat ayat Al Qur'an "Celaka orang orang yang shalat". Nah itu yang shalatnya lalai, tidak husyu, tidak berefek pada kebaikan. Dan yang pasti yang shalatnya "riya" ingin dipuji, kampanye palsu dengan pura pura taat ibadah. Sebagian mufasir menyebut "neraka weil" bagi yang membangun citra dengan tontonan shalat.

Mantan tukang kayu bisa dicitrakan awam dan sederhana. Tapi itu bisa juga citra dari ketidak pantasan. Bukti di Solo tak tuntas, di DKI cuma  batu lompatan, tidak selesaikan amanah. Presiden pun payah dan banyak masalah. Tak pantas memang. Apalagi ingin dua periode. Sungguh ceritra wayang yang menggelikan eh memprihatinkan. Kasihan rakyat menonton dagelan yang tak lucu. Cuma tipu-tipu. 

Satu hal yang jujur patut dipuji dari mantan tukang kayu (mengambil istilah SHE) ini ialah betapa mahirnya kini ia dalam bermain kayu. Menggebuk dan berkelit.

 

Bandung, 24 Desember 2018


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments