Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

THE GLORIOUS REVOLUTION Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Rosulullah SAW memimpin umat sebanyak 10.000 orang bergerak dari Madinah menuju Makkah. Jumlah yang dinilai besar itu mengecutkan nyali pembesar Quraisy di Makkah. Menghadapi manuver kaum Muslimin yang di luar dugaan ini, Makkah ditaklukkan dengan mudah tanpa perlawanan yang berarti. Inilah Futuh Makkah. The Glorious Revolution. Penduduk Makkah kembali ke pangkuan Ilahi.

Unjuk jumlah itu penting dalam perjuangan. Menciptakan kepanikan dan ketakutan bagian dari strategi pemenangan. Rosulullah SAW juga sangat mementingkan syiar. Ini hikmah mengapa shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha disunnahkan di lapang. Sampai sampai wanita yang haid pun harus ikut berjamaah, meski tak melaksanakan sholat. Bukti bahwa umat harus menunjukkan kekuatan dan kebesarannya. Unjuk rasa, unjuk diri, unjuk kekuatan bagian dari da'wah dan perjuangan.

212 dan reuni 212 kemarin adalah model dari 'show of force' umat Islam yang memiliki perasaan yang sama. Rezim itu zalim. Dahulu ayat dinistakan, baru baru ini kalimah tauhid dinistakan. Tak ada pemihakkan rezim pada perasaan umat Islam, malah sebaliknya  menunjukkan proteksi dan permusuhan. Isu radikalisme, intoleransi, bahaya HTI menjadi doktrin pemojokkan. Umat dengan lembut melawan. Reuni 212 cukup datang, berkumpul, bersilaturahmi lalu pulang kembali. Tapi itulah unjuk kekuatan tanpa komando dan penokohan. Iman yang mempersatukan. Dunia pun mulai melihat.

Tentu efek akan terjadi. Kepanikan mulai terasa. Kasus statemen pujian Dubes Saudi membuat pencela jenggot kebakaran jenggot. Kasus pembakaran bendera tauhid disinggung. Para kolaborator rezim berfikir membuat tandingan, tak akan sukses karena hanya bermodal uang. Uang hanya bisa membeli tapi tak bisa mengganti aspirasi dan ideologi. Fakta tak bisa dibantah bahwa umat Islam melakukan perlawanan lembut pada rezim yang bodoh tapi sok jago. Rezim yang gemar memanipulasi kejahilan. Disangkanya rakyat dan umat gampang dibodohi oleh pencitraan. Padahal tidak.

Reuni 212 adalah modal bagi The Glorious Revolution. Rezim akan bubar jalan dengan wajah yang tertunduk. Pulang kampung dengan membawa kasus setumpuk. Persoalan yang belum selesai. Dilengserkan oleh paku kecil yang melubangi kertas suara. Jika pun kecurangan akhirnya dilalukan untuk menolong diri sendiri dari cabikan kekuasaan, maka akan datanglah lipatan jumlah rakyat dan umat ke Monas kembali lalu, bergerak untuk menghukum pelaku kecurangan itu. Turun dengan sakit. Sejarah mencatat kekuatan uang dan senjata bukan segala-galanya. Jaringan kokoh itu ternyata hanya sarang laba. Putus dengan sekali sentuh.

Janganlah rezim  bermain-main dan remehkan kekuatan keagamaan. Meski mungkin ia merasa hebat  karena bisa membeli tokoh-tokoh.  Kodok sampai kapanpun  tak akan bisa mengalahkan singa. Apalagi singa singa itu terluka karena dipermainkan agamanya. Mereka adalah Singa-Singa Allah.
 

Bandung, 4 Desember 2018

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments