Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BRIMOB JANGAN BUKA PINTU KOLUSI Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Satu lagi video viral,  dalam acara HUT Brimob,  pasukan Brimob menggotong salah satu 'pengusaha 9 naga' Dato Sri Tohir (Ang  Tjoen Ming) boss Mayapada Group yang diangkat sebagai anggota kehormatan Brimob. Pengangkatan anggota kehormatan adalah biasa dalam kesatuan. Namun karena Sri Tahir adalah pengusaha besar, maka pengangkatan anggota kehormatan ini dapat berimplikasi luas. 

Sebagai pengusaha yang masuk dalam kelompok 9 Naga--yang dominan dalam peran usaha di negara Indonesia--maka video ini menjadi tayangan menyakitkan hati bagi  sebagian rakyat dan bangsa Indonesia. Betul kita  tidak boleh mendiskriminasi, akan tetapi fakta yang terjadi, justru para pelaku usaha itu yang diskriminatif. Konglomerasi dan dominasi ekonomi kelompok tertentu sangatlah kentara.

KKN adalah penyimpangan yang ingin ditumpas. Kritik terhadap Orde Baru dahulu  ada pada aspek ini. Akan tetapi pengamat politik dan hukum Prof. DR Mahfud MD, SH MH menegaskan KKN hingga di era Jokowi ini nyatanya jauh lebih besar dan marak. Karenanya di samping penegakkan hukum, juga pencegahan menjadi urgen. Penghargaan 'anggota kehormatan' dikhawatirkan  membuka peluang terjadinya kolusi. Ada gratifikasi, komisi, atau lainnya yang biasa melekat dalam 'kerjasama' model ini.

Semestinya Brimob tidak serta merta menarik boss Mayapada ini  sebagai anggota kehormatannya. Bahwa adanya jasa bantuan ini itu yang dirasakan berguna, dapat dibalas dengan penghargaan bentuk lain. Menarik 'naga' menjadi anggota kehormatan tercitrakan lebih bernilai  'bisnis' dan 'ekonomis' ketimbang 'apresiasi moral'. Konsekuensinya, publik merasa perlu untuk mempertanyakan relasi lebih dalamnya. Akan ada tuntutan serius untuk audit (keuangan) menyeluruh terhadap Brimob.

Kekhawatiran terbukanya pintu kolusi dapat berhubungan dengan pengadaan persenjataan. Sinyalemen indikasi adanya '5000 senjata illegal' berkelas militer untuk kepolisian, perlu dicermati. Terbuka persaingan tak sehat kelak. Kedekatan dengan konglomerat menempatkan Polisi menjadi fihak yang lebih mudah terfasilitasi ketimbang TNI. Kita tidak berharap muncul 'kecemburuan' yang berisiko. Polisi terlalu maju, TNI memasang kuda-kuda. Di tengah kepemimpinan politik yang tak berkutik dan  lemah. Semoga menjadi bahan introspeksi bagi keamanan negeri
 

Bandung, 18 November 2018



 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments