Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PARA PENGHINA KALIMAT TAUHID Oase Iman


 

Berulangkali   ketika Alloh SWT  mengharamkan sesuatu kepada hambaNya, diantaranya ketika menetapkan hukum   haramnya   berzina  ( Q.S. Al Israa 32 )  minum khamar dan berjudi (  Q.S. Al Ma idah 90 ), Alloh SWT menetapkan keharamannya  tidak  dengan kata  "Diharamkan"  tapi dengan mempergunakan kalimat  'jangan dekati'  atau dengan kata   'jauhilah'

Salah satu hikmahnya adalah dalam rangka  mendidik agar seseorang tidak sampai melakukan yang diharamkan, dengan cara tidak mendekati dan atau menjauhinya.  Karena seseorang yang berusaha  mendekati sesuatu yang dilarang, maka ybs berpeluang dan berpotensi besar untuk melanggarnya.

Diantara hikmah lainnya, adalah untuk memperluas wilayah hukum. Sebab jika  dengan bahasa  'diharamkan minum khamar'  misalnya, maka tentu saja yang berdosa hanyalah mereka yang meminumnya saja. Tapi dengan kata   'jauhilah'  maka setiap yang terlibat dengan khamar berdosa hukumnya, mulai dari penjual, pembeli dan juga tentunya pabrik yang  memproduksinya.
Bahkan yang terberat dosanya  adalah semua  pihak yang terlibat dalam perizinan, terutama sekali yang menandatangani izin berdirinya  pabrik yang memproduksi barang haram tersebut. Dimana ybs tentu saja harus ikut  menanggung dosa sekian banyak orang yang  terlibat dengan barang haram tersebut, khususnya para peminum sekian botol minuman khamar yang telah diproduksi selama sekian tahun.

Terkait dengan pembakaran kalimat tauhid, maka yang membakar tentu saja sangat besar dosanya dan sudah seharusnya  dihukum dengan hukuman yang seberat beratnya.

Yang tidak kurang besar dosanya, adalah  pihak yang membela para pembakar, karena  membela pelaku pembakaran kalimat tauhid  dengan menyatakannya sebagai bukan penistaan, secara substansi juga  merupakan  penghinaan.

Berjamaah juga dalam penistaan, semua pihak yang berupaya untuk tidak menghukum para pelaku penghinaan dengan pasal penghinaan dan penodaan, termasuk Pengadilan yang  menetapkan  " hanya "  hukuman kurungan sepuluh hari dan denda 2000 rupiah, dengan tidak menerapkan pasal penghinaan dan penodaan, merupakan pihak yang juga telah ikut serta melakukan penghinaan dan penistaan.
 
Last  but not least, rezim yang membiarkan bahkan terkesan melindungi para penista Agama selama ini, termasuk pembakar kalimat tauhid, maka  tentu saja  termasuk penghina dan penista sakralnya kalimat tauhid.
Padahal, sebagai pihak yang pada pundaknya terpikul kewajiban melindungi hak rakyatnya, terutama hak perlindungan terhadap kesucian Agama, maka  seharusmya pemerintah melindungi ummat Islam yang  demi makna yang terkandung dalam kalimat itulah  hidup dan matinya seorang muslim.

Saya yakin, dengan sikap pembelaan terhadap para penista seperti ini, maka  darah ummat yang mendidih tidak akan pernah menjadi dingin, amarah di dada ummat yang membara tidak akan pernah padam.

Ummat Islam yang masih memiliki ruh keimanan dalam dirinya,masih  tersimpan utuh kalimat tauhid dalam hati sanubarinya,  pasti  semakin yakin,  rezim ini memang  mutlak harus diganti di bulan april 2019 mendatang, agar penistaan terhadap Agama Islam selama ini,  tidak akan pernah  terjadi lagi dikemudian hari di negeri yang tentu saja sama sama kita cintai.


 

#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments