Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POLITIK KELELAWAR Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Bagi umat Islam sesuatu yang menimpa dan tidak disukai akan diterima sebagai mushibah. Ujian keimanan. Seleksi diri mana emas mana loyang. Mana yang berkualitas mana yang mudah digoyang dan gamang.

Yusril yang biasa menangani kasus kini jadi 'kasus'. Terlepas motif dan target berefek baik atau buruk, namun umat banyak yang mengurut dada. Ada rasa sesak. Di tengah hukum yang sedang  menjadi mainan politik, pejuang hukum pun tak luput dari tarikan  magnet 'petugas' politik. Kata pepatah tak ada makan siang gratis. Apalagi itu ruang profesi (katanya).

Langkah belum final, tapi proses sulit mengelak dari fakta yang terungkap. Betapa bahagianya  sang pendahulu Ngabalin menyambut dengan ' ahlan wa sahlan'. Petinggi partai menyambut dan berani 'menginstruksikan' untuk mencabut status kuasa hukum HTI. Dan bola terus menggelinding.

Jika alasan pindah tempat ini adalah kalkulasi bahwa Joko-Ma'ruf bakal menang, maka celakalah itu. Berarti politik kelelawar sedang dijalankan.

Kelelawar yang berada di tengah perseteruan binatang buas dengan kelompok burung. Ketika binatang buas sedang menang, kelelawar berpihak pada binatang buas dengan mengidentifikasi diri sama sama bertaring moncong dan berkuku tajam. Ketika pemenang adalah burung, maka kelelawar segera pro burung, "lihat saya bersayap dan berkaki dua..!" ujarnya. Nah ketika binatang buas dan burung berdamai, dinistalah ia oleh keduanya. Sang kelelawar malu dan menyendiri. Menutup wajah, dan keluar hanya di malam hari.

Kita yakin Yusril tidak begitu. Tapi para politisi kelelawar tengah berkeliaran di rimba kekuasaan. Melihat lihat dan meloncat loncat.
Menjual ideologi demi korsi. Martabat diri bisa dibeli beli. Toh semua dapat menjadi komoditi di era serba transaksi.
Indonesia diambang kehancuran, jika politik disterilkan dari moral dan kesucian. Perjuangan hanya menjadi slogan. Semua suka berenang di kolam lumpur. Kalau begitu, tak beda dengan dunia prostitusi. Memburu nikmat lalu berbayar. Moga tidak begitu ini negeri kita sendiri yang dijaga bersama dengan budaya malu dan risi.  Kalau juga tetap begitu, memang rezim Jokowi harus segera diakhiri.

 

Bandung, 7 November 2018

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments