Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PENCURI BERSORBAN Nasional


 

by M Rizal Fadillah

----Ketua Masyarakat Unggul (Maung) Institute Bandung---

Pencuri selalu digambarkan kekurangan dengan pakaian sederhana, wajah lugu atau kadang sangar juga, ya pokoknya tergambar profil 'teu nyakola' tidak berpendidikan. Kepura puraan tinggi agar seperti masyarakat awam. Tidak dikenal oleh lingkungan, sembunyi sembunyi. Profesinya ya tetap jelas mencuri barang milik orang.

Di era maju saat ini pencuri bermimikri dalam banyak penampilan.  White collar crime adalah kejahatan pencuri berdasi. Pakaian necis, gadzet berkelas, berkendaraan mewah, berkantor nyaman, bersepatu mengkilap dan berajudan tegap. Senyum kanan kiri, wajah milenia lah. Berkumis pun rapi. Berada dan suka di ruang publik. Kesehatan terjaga karena rutin berfitness, tenis atau golf. General check up rutin. Tak ada yang disembunyikan semua jelas siapa si dia.
Di meja kerjanya banyak dokumen yang mesti disetujui dan ditandatangani.
Nah disinilah cela dirinya itu, sadis hatinya, dan rakus wataknya. Tandatangannya bernilai upeti, bribery (suap), pemerasan, serta menentukan perpindahan rekening. Berteman dengan agen kolusi untuk sampai pada tahap korupsi. Ini dia pencuri berdasi. Tandatangan sakti bisa menghilangkan uang rakyat bermilyar atau bertrilyun. Tergantung jenis proyek yang ditangani. 

Di era kini dan di sini, di negeri yang dipimpin bapak 'sederhana' Jokowi bermunculan pencuri-pencuri model baru. Pencuri bersorban. Pencuri berbasis spiritual. Bisa ulama, pendeta, biksu, atau spiritualis lainnya. Yang dicuri adalah spiritualitas umat yang dibimbing nya. Spiritualitas itu dijual ke penadah yang bernama penguasa. 
Dalam kaitan ulama, Nabi pernah bersabda "Apabila engkau melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa, maka ketahuilah bahwa dia itu Pencuri" (HR Dailami).
Benar ulama dan umaro mesti harmonis dan tidak boleh saling mendestruksi. Ulama menyinari jalan keagamaan umaro, menegur dan bila perlu mengingatkan dengan keras agar kekuasaan tetap berjalan lurus dan tetap berada di rel syariat yang diridloi Allah. Akan tetapi ulama tidak boleh involved atau menjadi abdi dari penguasa yang 'nempel kemana mana' .  Apalagi semata menjadi tukang stempel kebijakan dengan dalil dalil pilihan. Ulama pencuri selalu mencuri perhatian di panggung pertunjukkan politik. Ia mengklaim representasi dari komunitas ulama, selainnya tidak. Selainnya hanya pemimpin umat intoleran, radikal,  dan kalaupun mereka disebut ulama,  maka kelasnya abal abal. Ulama pencuri adalah mereka yang diam atau  melegalisasi persekusi untuk mencari muka. Pasang badan untuk melanggengkan kekuasaan. Tak peduli bahaya bagi umat Islam atas langgengnya kekuasaan itu.
Pencuri bersorban bukan karena ia bersorban tapi bisa saja berseragam, berkopeah, bersarung, atau berbaju koko dan gamis, sepanjang ia mengklaim dirinya ulama lalu 'melacurkan diri' demi kekuasaan, maka ia adalah pencuri

Umat harus bergerak mengendus para pencuri bersorban ini, melaporkan ke yang berwenang, mendorong proses hukum, karena pada hakekatnya mereka adalah penista ulama, penista dirinya sendiri, dan penista agama. Merusak korps  dan menghancurkan kewibawaan umat dan Islam. Su'ul akhlak, perilaku yang tercela. 

Umat sudah cerdas,  bisa memilih dan memilah mana pemimpin yang baik atau buruk, ulama pejuang atau pengumpul uang, pengabdi umat atau pencuri.
Sungguh salah jika dikira dengan sorban umat dapat dikadalin. Salah besar. Pencuri tetap pencuri meski beratribut agama, apalagi beratribut preman, lebih parah lagi. capee deh.
 
Bandung, 19 September 2018


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam Program ANNAS PEDULI LOMBOK

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Mandiri :
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 2237 23714

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Jumat 09.00 sd 15.30


#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M RIzal Fadillah

 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments