Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

WIBAWA ULAMA YANG MEROSOT Nasional


 

Wibawa Ulama Yang Merosot

by M Rizal Fadillah
 

Sedih membaca dan melihat berbagai info media sosial. Semakin tidak tega Ketum MUI KH Ma'ruf Amin semakin jadi bulan bulanan media. Pidato soal menjaga ideologi dan mewujudkan Islam Nusantara, foto berkumpul dengan wanita wanita umat lain, berapologi bahwa dirinya didukung oleh yang benar benar ulama, dan ini berarti menganggap dukungan ulama kepada yang lain bukan dari ulama ulama yang benar,  serta ungkapan ambisi kekuasaan dengan meminggirkan teman 'sejawat' nya saat penentuan cawapres Jokowi. Sungguh tak terbayangkan kelak 'jika benar jadi wapres' betapa teriris hati ini akan posisi ulama besar bakal dikecilkan di ruang sempit sebagai Wakil Presiden.  Semua tahu  dan sadar bahwa ulama adalah pewaris Nabi, bukan asesoris Jokowi. 

'Kehebatan' Jokowi memilih ulama sebagai cawapres nya, adalah 'kehebatan' 
Jokowi memerosotkan wibawa  ulama. Mungkin ini pandangan subyektif, tapi banyak atau ada  yang merasakan seperti ini. Membawa KH Ma'ruf Amin ke ruang politik praktis yang bernuansa pragmatis adalah bagian dari kezaliman politik jika dibaca dari faktor usia, kondisi fisik, pengalaman politik, serta status sebagai pucuk pimpinan dari Majelis Ulama Indonesia yang sangat dihormati dan didengar fatwa fatwa nya dikalangan umat.

Selama proses kompetisi yang diawali dengan masa kampanye akan menyeret ulama besar kita ke lingkungan yang biasa terjadi dalam panggung panggung kampanye. Tak berwibawa. Berbagai komunitas mesti didatangi dan diayomi, sulit menyeleksi dalam semangat, keinginan dan kebutuhan untuk mendapat dukungan suara yang besar.

Jika kalah dalam kompetisi kelak, rontoklah wibawa dari semua sisi. Orang menilai ambisi lebih kuat daripada mengukur diri dan menjaga kealiman. Orang menilai betapa tipuan kekuasaan dapat mengaburkan pandangan seorang ulama. Orang menghukumi betapa jahatnya Jokowi menghancurkan reputasi. Ya segala penghukuman tervoniskan pada pesakitan. Itu hukum kegagalan.

Jika menang, tak jelas sebagai wapres akan dan dapat berperan signifikan. Berkaca pada posisi wakil presiden sebelum sebelumnya, selalu posisinya tidak menentukan. Lebih pada  peran seremonial daripada pengambil kebijakan fundamental.  Belum lagi jika Presiden nyatanya dikelilingi oleh orang orang yang sangat mengendalikan. Bakal lebih parah kedudukan Wakil Presiden tersebut.

Di negara yang ditengarai sedang mengalami keadaan carut marut ini, ulama hendaknya mengambil posisi strategis untuk menyelamatkan umat, bangsa dan negara. Ia adalah kekuatan kontrol yang meluruskan perjalanan. Bukan yang ikut berjalan dipimpin oleh sopir yang kurang faham route dan cara mengendalikan kendaraan. Salah salah ada yang tertabrak atau masuk ke dalam jurang. 

Ulama harus menjaga muru'ah dirinya sebagai panutan umat, Ia adalah "ummul 'ilmi" yang menjadi tempat umat bertanya dengan jawaban yang mencerahkan. Ulama adalah pemimpin umat yang tegak kepalanya didepan penguasa demi wibawa umat dan Islam.

Ulama adalah pelanjut kepemimpinan profetik yang hanya takut kepada Allah. Bukan subordinat manusia atau penguasa. Jangan rendahkan posisinya. Ulama yang menempel pada penguasa akan kelu lidah kebenarannya. Ayat ayat terpaksa dipilih demi kepentingan kekuasaan itu. Maka keutuhan ajaran akan terpotong potong dan digantungkan pada keadaan. Saat itulah seolah olah ia sedang berijtihad padahal hakekatnya sedang berkhianat. Khianat dari amanat  sebagai  pewaris Nabi yang diperintahkan untuk berjuang menegakkan kalam Ilahi di muka bumi.

Bandung, 17 September 2018

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam Program ANNAS PEDULI LOMBOK

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Mandiri :
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 2237 23714

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Jumat 09.00 sd 15.30


#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments