Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

HINDARI PERDEBATAN DI MEDIA SOSIAL KARENA BANYAK MADHOROTNYA Oase Iman


 

Makin canggihnya alat elektronik di zaman sekarang, memang cukup membantu dalam komunikasi, terlebih program media sosial seperti Facebook, WhatsUp, Line dan yang lainnya, kian menambah semaraknya komunikasi.

Akan tetapi tidak sedikit orang salah faham, dengan adanya sarana dan prasarana dalam berkomunikasi, justru menambah masalah. Misalnya terlalu mudahnya seseorang menerima sebuah informasi yang didapat tanpa memilah dan memilih apakah berita yang diterimanya itu benar atau hoax alias palsu. 

Kemudian berita yang diterimanya dengan serta merta disebarkan ke semua teman, dan yang seperti inilah yang banyak menimbulkan perdebatan, saling caci dan membuat runyam ukhuwah, hanya berawal dari sebuah berita yang sama-sama tidak di tabayyun kan kebenaranya.

Mensikapi akan hal ini, sesepuh Ponpes Al-Mukmin Ngruki Surakarta, Ustadz Muhammad Sholeh Ibrahim, kepada reporter voa-islam.com Abdullah Protonema, beliu mengatakan.

"Sebaiknya bila ada perbedaan dan ketidaksamaan faham yang di dapat dari media sosial sebaiknya di hadapai dengan salamatus sodr", katanya, Sabtu (24/12) kemarin.

"Salamatus sodr itu menerima dengan lapang dada, tidak semena-mena dan harus menahan sikap agar tidak mudah terpancing," jelas beliau.

Hindari perdebatan di media sosial karena banyak mudhorotnya, dan bersikap baiklah dengan setiap Muslim meskipun kita beda faham

Ustadz Sholeh, yang pernah menjabat sebagai Amir Binayah JAT ini juga menjelaskan.

"Lebih baik di tabayyun langsung saja, datangi atau cari sumber berita yang jelas atau diam itu lebih selamat. Karena perdebatan di media sosial itu tidak ada yang namanya kewuh pakewuh dengan lawan debat, akhirnya terkadang jawabannya pun tidak pakai pikir panjang, apakah jawabannya ini membuat sakit hati atau tidak," paparnya. 

"Berbeda dengan diakusi secara langsung, kita tidak akan mudah berkata-kata, karena khawatir akan memancing emosi yang di depan," ujar beliau.

"Hindari perdebatan di media sosial karena banyak mudhorotnya, dan bersikap baiklah dengan setiap Muslim meskipun kita beda faham," tutup beliau memberika nasehat.

Demikian nasehat sesepuh Mahad Islam Al Mukmin ngruki Ustadz Muhamad Sholeh.Ibrahim. Semoga bermanfaat. 

 

Dikutip dari             : voa-silam.com

Penulis                   : Syahid
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments